Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh larutan koloid,
peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel
koloid dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan.Sifat pengahamburan cahaya
oleh koloid di temukan oleh John Tyndall, oleh karena itu sifat ini dinamakan
Tyndall. Efek dari Tyndall digunakan untuk membedakan sistem koloid dari
larutan sejati, contoh dalam kehidupan sehari – hari dapat diamati dari langit
yang tampak berwarna biru atau terkandang merah/oranye, debu dalam ruangan akan
terlihat jika ada sinar masuk melalui celah. Seandainya bila terjebak di
ruang bawah tanah berdebu yang gelap gulita pada siang hari, debu dalam ruangan
akan terlihat jika ada sinar yang masuk melalui celah yang kecil.
Hal serupa dapat terjadi bila kita terjebak di hutan tropis
lebat pada pagi hari dimana kabut mengelilingi kita, sinar matahari akan tampak
jelas menerobos sela-sela pepohonan.
Dalam realitasnya efek Tyndall
dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya :
1. Sorot lampu proyektor di
gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok sengga gambar film yang
ada di layar menjadi tidak jelas.
2. Sorot lampu mobil pada
malam hari yang berdebu, berasap, atau berkabut akan tampak jelas.
3. Berkas sinar matahari yang
melalui celah daun pepohonan pada pagi hari yang berkabut akan tampak
jelas.Terjadi warna biru di langit pada siang hari. Hal ini disebabkan karena
udara mengandung partikel-partikel koloid yang berupa debu, awan, dan kabut.
Efek Tyndall adalah
efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati
disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya,
sedangkan pada sistem koloid, cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena
partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk
dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati,
partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit
dan sangat sulit diamati.
Efek Tyndall juga
dapat menerangkan mengapa langit pada siang hari berwarna biru, sedangkan
ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau merah. Hal tersebut
dikarenakan penghamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel koloid di angkasa,
dan tidak semua frekuensi sinar matahari dihamburkan dengan intensitas yang
sama.
Kita sering mendengar tentang efek
rumah kaca. Efek rumah kaca yang menyebabkan bumi makin lama makin panas, hal
yang mengerikan bagi seluruh mahluk bumi. Tetapi di satu sisi sebenarnya efek
rumah kaca ini yang membuat kita terus hidup. Kenapa demikian? Karena menurut
hasil pengukuran spectrophotometer Tyndall, gas-gas yang berada di
atmosfer memiliki kemampuan berbeda dalam menyerap panas. Gas-gas yang memiliki
daya serap panas yang tinggi disebut gas-gas rumah kaca, karena menyelubungi
kita, menyimpan dan menyegel panas sehingga kita tetap hangat pada malam hari.
Kesimpulan
:
Berdasarkan pengamatan diatas saya dapat menarik
kesimpulan yaitu sifat cahaya Efek Tyndall pada larutan yaitu akan meneruskan
cahaya, seperti larutan gula dan minyak tanah. Sedangkan sifat cahaya Efek
Tyndall pada koloid, yaitu akan menghamburkan cahaya seperti campuran air sabun
dan campuran susu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar